Blog Jagoan Hosting | Tutorial Website & Web Hosting Indonesia
cara berpikir

25 Cara Berpikir Kreatif

Cara Berpikir Kreatif – Banyak dari kamu yang mungkin berpikir bahwa seseorang yang pintar identik dengan seseorang yang memiliki lebih banyak fakta dalam otak mereka.

Padahal, bisa saja pengumpulan fakta adalah bagian yang paling tidak penting dan tidak berguna dari suatu pembelajaran.

Alih-alih fakta, kamu justru harus fokus pada pengetahuan yang bisa bertindak sebagai alat ketika kamu menemui kesulitan.

Semakin banyak peralatan yang kamu miliki, semakin banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menyelesaikan berbagai tipe masalah.

Pada artikel kali ini, Sobat Jagoan akan diajak untuk memahami cara berpikir kreatif berdasarkan background ilmu dan profesi masing-masing.

Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

1. Cara Berpikir Programmer: Apa yang Bisa Saya Otomatisasikan?

cara berpikir

Yang paling dasar dalam cara berpikir programmer adalah algoritma. Algoritma adalah serangkaian langkah yang dapat didefinisikan secara tepat, sehingga mereka tidak memerlukan upaya ekstra untuk menyelesaikannya.

Aplikasi yang berguna untuk ini adalah untuk melihat hal-hal yang kamu lakukan dan melihat mana yang dapat diotomatisasi, disederhanakan, atau di-refactored.

Programmer dapat menemukan kode yang berulang dan mencoba untuk mengabstraksi esensi dari redundan menjadi sesuatu yang dapat mengotomatisasi perintah tertentu.

Selain bisa menulis kode sendiri, kamu bisa berpikir seperti seorang programmer di banyak aspek kehidupan lainnya.

2. Cara Berpikir Pebisnis: Kerjakan Banyak Hal, Ketahui Mana yang Berhasil

Pengusaha sering memiliki kendala dalam aspek finansial, sumber daya, dukungan, atau waktu. Namun, mereka harus tetap berjuang menemukan solusi yang entah bagaimana akan menghasilkan uang.

Mereka bisa mengatasi masalah ini dengan mengadopsi beberapa cara berpikir yang cocok diterapkan di dunia bisnis.

Salah satunya adalah rapid prototyping. Banyak orang melihat ini sebagai strategi pengembangan produk. Pada kenyataannya, ini adalah cara berpikir abstrak yang lebih dari sekadar R&D produk.

Caranya adalah dengan membuat sesuatu yang nyaris tidak berguna untuk melihat apakah ada yang menginginkannya.

Inti dari cara berpikir ini adalah mencoba banyak hal tanpa menunggu jawaban yang sempurna, melainkan melihat mana yang berhasil.

3. Cara Berpikir Insinyur: Bisakah Saya Memodelkan dan Mengkalkulasi Cara Kerjanya?

cara berpikir

Teknik, yang dibangun dari ilmu-ilmu eksak, memiliki beberapa perkiraan yang dapat diimplementasikan dalam profesi apa pun.

Meskipun penasihat keuangan kamu hanya dapat mengira-ngira saham mana yang akan naik, dan seorang psikolog hanya dapat memberikan petunjuk tentang apa yang akan dilakukan seseorang, para insinyur secara rutin membuat hal-hal baru dan meluangkan 100% dari waktu mereka untuk mewujudkannya.

Inti dari cara berpikir insinyur adalah membuat model dari apa yang kamu coba kerjakan, mengukur variabel yang relevan, dan tahu hasil yang kamu harapkan dalam pengukuran tersebut.

Dari sana, kamu bisa benar-benar tahu apa yang akan terjadi dan bukan hanya sekadar menebak.

4. Cara Berpikir Ilmuwan: Buat Hipotesis dan Lakukan Tes

Alat berpikir dasar sains adalah eksperimen terkontrol. Biarkan semua variabel tetap sama, kecuali yang ingin kamu uji, dan cobalah lihat apa yang terjadi.

Untuk melakukannya, dibutuhkan persiapan dan desain yang teliti untuk mencegah intervensi dari luar yang bersifat merusak.

Saat ini, banyak sekali orang yang menarik kesimpulan dari “eksperimen” yang sama sekali tidak akurat. Mereka memiliki banyak variabel yang saling bertentangan yang membuat penyimpulan menjadi sulit.

Untuk itu, praktek berpikir seperti ilmuwan tergolong sangat penting untuk menemukan solusi.

5. Cara Berpikir Ahli Matematika: Saya Tidak Akan Pernah Tahu Jika Saya Tidak Membuktikannya

Alat berpikir seorang ahli matematika tergantung pada kepemilikan standar yang jauh lebih tinggi dari suatu bukti.

Sementara seorang insinyur dapat mentolerir ketelitian dalam beberapa batasan, dan seorang pebisnis mungkin puas dengan firasatnya, pernyataan seorang ahli matematika harus mutlak.

Cara berpikir matematis membantu kamu menjadi lebih teliti dan lebih mudah menemukan kesalahan atau sesuatu yang tidak relevan.

6. Cara Berpikir Seniman: Jika Kreativitas Diposisikan Sebagai Prioritas

Kebanyakan profesi lain cenderung didominasi oleh kendala tentang ide-ide kreatif. Ide-ide tersebut harus dipertimbangkan lebih jauh; apakah dapat diuangkan, apakah sesuai anggaran, atau apakah masih dalam spesifikasi.

Seniman beroperasi di ranah di mana sebagian besar kendala tersebut dikurangi. Sehingga, pertanyaan yang sering muncul adalah, “Mengapa ide-ide tersebut unik dan menarik?”

Namun, cara berpikir seperti ini juga bisa diimplementasikan pada masalah-masalah yang lain. Seringkali perusahaan yang sukses lebih sering menghasilkan hal-hal yang terlihat seperti seni.

Karena mereka lebih didorong oleh keunikan dan kreativitas daripada standar spesifikasi dari suatu produk atau jasa.

7. Cara Berpikir Ekonom: Bagaimana Orang Menanggapi Insentif?

Ada banyak cara berpikir yang dasarnya adalah ilmu ekonomi. Sederhananya, cara berpikir ini mengacu pada respon seseorang terhadap insentif.

Elemen kunci dari pertimbangan ekonomi adalah bahwa dengan mengubah sistem yang melibatkan pelaku, maka orang-orang tidak akan tinggal diam. Mereka akan merespons insentif baru yang sesuai dengan persepsi mereka.

Hampir semua tindakan yang akan kamu lakukan mengubah persepsi insentif orang lain yang kamu hadapi.

Sebagai seorang ekonom, kamu harus bertanya pada diri sendiri, “Jika saya mengubah sesuatu, bagaimana orang akan bereaksi?”

8. Cara Berpikir Dokter: Apa Diagnosisnya?

Kamu harus bertindak seperti detektif untuk menyimpulkan penyakit yang paling mungkin terjadi dan membuat rencana untuk menyembuhkannya.

Langkah yang salah dapat berpotensi membunuh pasien, jadi kamu harus mengambil keputusan dengan bijak.

Cara berpikir dokter adalah mengambil gagasan seperti gejala-gejala untuk disimpulkan menjadi suatu diagnosis penyakit, dan membandingkannya dengan kasus lain untuk membantu kamu membuat keputusan yang akurat.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat apa yang mungkin menjadi penyebab. Tahap ini membutuhkan pembelajaran dan pengetahuan yang cukup.

Selanjutnya, kamu perlu menyingkirkan sebanyak mungkin asumsi-asumsi yang kurang tepat berdasarkan gejala yang kamu amati.

9. Cara Berpikir Jurnalis: Fakta, Fakta, dan Fakta

Jurnalis bergantung pada banyak alat berpikir yang berbeda yang memungkinkan mereka untuk menulis cerita menarik dan melaporkan berita secara akurat.

Salah satu alat berpikir ini adalah pengecekan fakta karena wartawan seringkali diharuskan untuk mewawancarai sumber yang mungkin menyesatkan.

Pengecekan fakta mungkin memakan waktu, tetapi hasilnya akan jauh lebih akurat daripada mengikuti komentar yang menyesatkan.

10. Cara Berpikir Arsitek: Membayangkan Masa Depan

Pekerjaan seorang arsitek adalah mendesain bangunan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menyelesaikannya, dan harus tetap memenuhi semua kriteria klien, kontraktor, perencana kota, dan kode bangunan.

Untuk melakukan ini, arsitek memerlukan seperangkat alat berpikir untuk mengambil ide, dan membayangkan seperti apa dan bagaimana ide tersebut direalisasikan, tepatnya, dalam skala besar, setelah puluhan juta rupiah dihabiskan. Salah satu alat berpikir tersebut adalah membuat model.

Caranya adalah dengan membuat versi yang diperkecil dari hal yang ingin kamu buat, sehingga kamu bisa melihat tampilannya, dan membayangkan bagaimana nantinya.

11. Salesperson: Memahami Pikiran Customer Lebih Baik daripada Mereka Memahami Diri Mereka Sendiri

cara berpikir

Salesperson seringkali mendapat reputasi buruk di mata masyarakat. Orang-orang berpikir sales identik dengan tipuan dan manipulasi yang mendorong customer untuk membeli sesuatu yang mungkin sama sekali tidak mereka butuhkan.

Namun, kenyataannya, salesperson bekerja untuk memahami secara mendalam apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan, dan kemudian mencocokkannya dengan produk dan layanan yang tepat.

Alat berpikir utama untuk sukses dalam profesi ini adalah kemampuan untuk dapat menyimpulkan apa yang menjadi kekhawatiran dan kebutuhan customer.

Bahasa apa yang mereka gunakan? Bagaimana tindakan mereka jika dilihat dari niat yang mereka nyatakan? Apa yang bisa kamu simpulkan tentang ini?

12. Cara Berpikir Tentara: Rutin dan Disiplin Dalam Mencegah Terjadinya Kesalahan

Disiplin yang diwujudkan oleh tentara sangat berguna, bahkan di luar situasi pertempuran. Disiplin dan rutinitas menjadi perlindungan terhadap kesalahan fatal yang bisa saja merenggut nyawa.

Untuk itu, mereka dituntut untuk patuh terhadap protokol-protokol yang ada, bahkan ketika tidak ada bahaya sekalipun.

Dalam cara berpikir tentara, dikenal istilah Manifesto Checklist. Manifesto Checklist mengambil gagasan tentang rutinitas militer dan menerapkannya pada hal-hal biasa seperti mencuci tangan, membersihkan kamar, dan sebagainya.

Setelah kamu tahu cara terbaik untuk melakukan sesuatu, lakukan dengan disiplin dan tepat, tanpa kecerobohan.

13. Cara Berpikir Pemain Catur: Melihat Gerakan Lawan di Dalam Kepala

cara berpikir

Catur sering dianggap sebagai permainan untuk meningkatkan pemikiran seseorang. Meskipun diragukan bahwa studi catur bertahun-tahun akan membuat seseorang menjadi lebih pintar, ada banyak alat berpikir yang dapat digunakan dalam permainan tersebut.

Salah satunya adalah kemampuan untuk mensimulasikan permainan di pikiran kamu. Trik umum grandmaster adalah memainkan permainan dengan mata tertutup.

Meskipun hal ini memukau penonton, sebenarnya memperkuat praktik yang bermanfaat bisa dilakukan dengan cara melihat permainan di kepala kamu, sehingga kamu dapat menghitung gerakan yang akan dilakukan lawan.

Mencoba memvisualisasikan apa yang mungkin terjadi untuk kemudian membandingkan prediksi itu dengan kenyataan dapat mengasah kemampuan simulasi kamu.

14. Cara Berpikir Desainer: Hal-Hal yang Saya Buat Bisa Mengomunikasikan Pesan yang Saya Maksud

Alat berpikir yang berguna di cara berpikir desainer adalah bagaimana sesuatu dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan pesan tertentu.

Gagang pintu yang dirancang dengan baik menunjukkan dorongan atau tarikan, tanpa perlu mengatakannya.

Sebuah saklar lampu yang dirancang dengan baik seharusnya sudah memberi tahu pengguna kamar mana yang akan menyala ketika kamu menekan saklarnya.

15. Cara Berpikir Guru: Bisakah Saya Memposisikan Diri Sebagai Seseorang yang Tidak Mengetahui Sesuatu yang Jelas?

Sebagian besar dari kita menerima begitu saja betapa menakjubkannya ilmu pengetahuan serta kemampuan kita untuk memahaminya. Agar efektif, guru perlu mengerti bagaimana pikiran murid-murid mereka bekerja ketika melihat dunia luar.

Agar berhasil dalam sebagian besar profesi, kamu harus dapat membuat orang lain melihat masalah seperti kamu. Caranya dengan mengidentifikasi pengetahuan apa yang mereka miliki serta menyampaikan ilmu pengetahuan yang mudah dipahami.

Walaupun konsep ini merupakan keterampilan yang identik dengan profesi guru, namun ini juga bermanfaat untuk programmer yang mencoba menjelaskan kode mereka, dokter yang mencoba mengartikulasikan alasan untuk prosedur medis, atau pemimpin yang ingin karyawannya mengikuti visi.

16. Cara Berpikir Antropolog: Bisakah Kamu Berbaur dengan Budaya Lain?

Antropologi adalah studi tentang budaya. Tidak seperti ekonomi yang cenderung berfokus pada model matematika atau psikologi yang cenderung melakukan banyak percobaan, para antropolog belajar tentang budaya dengan benar-benar melibatkan diri mereka ke dalam lingkungan budaya tertentu.

Bagaimana kamu bisa membenamkan diri dalam kelompok lain? Grup dari berbagai kebangsaan atau bahasa? Politik atau profesi? Hobi, olahraga, agama atau filsafat?

Bagaimana kamu bisa belajar bagaimana kelompok-kelompok orang itu berfungsi? Sudahkah mereka menerima kamu ketika kamu tinggal bersama mereka?

17. Cara Berpikir Psikolog: Uji Pemahaman tentang Orang Lain

cara berpikir

Psikologi memiliki alat berpikir yang berbeda yang tertanam baik dalam asumsi tentang sifat manusia, maupun dalam metode untuk menemukannya.

Pada subjek psikologi itu sendiri, ada alat yang tak terhitung jumlahnya seperti bias kognitif, model perhatian, moralitas, preferensi, naluri, memori, dan banyak lagi. Lusinan buku menceritakan tentang cara berpikir orang lain.

Seperti semua ilmuwan, psikologi melibatkan percobaan di mana kamu dapat mengontrol semua hal kecuali variabel yang ingin kamu pelajari. Namun, tidak seperti ilmuwan lain, objek studi kamu adalah manusia dengan segala pikiran dan tingkah lakunya.

18. Cara Berpikir Kritikus: Bisakah Saya Mengembangkan Karya Orang Lain?

Banyak kritikus yang seringkali memberikan rekomendasi buku mana yang harus dibaca dan film mana yang harus ditonton. Mereka membangun analisis, interpretasi, dan diskusi yang melampaui karya asli.

Alat berpikir yang terlibat cukup penting, bahkan bagi orang yang tidak menganalisis literatur untuk mencari nafkah.

Sebagai permulaan, ada kemampuan untuk memperhatikan karya kreatif dengan cukup dekat seolah-olah mereka mengalami sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar penikmat biasa.

Kedua, ada alat untuk dapat menghubungkan pengetahuan itu ke ide lain. Hal ini dibangun di atas kreasi orisinal untuk menambah wawasan dan gagasan.

19. Cara Berpikir Filsuf: Apa Konsekuensi Tak Terduga dari sebuah Intuisi?

cara berpikir

Filsuf cenderung memiliki gaya dan toolkit yang sama dengan ahli matematika. Bedanya, mereka sering berurusan dengan hal-hal yang didasarkan pada kata-kata yang tidak tepat.

Akibatnya, ada banyak alat berpikir yang berguna untuk menangani hal-hal yang tidak dapat direduksi menjadi angka.

Salah satu alat yang ampuh adalah kemampuan melihat konsekuensi yang tak terduga. Pertama, hal ini dapat mengungkapkan kelemahan dalam ide asli, dengan reductio ad absurdum.

Kedua, hal ini dapat membantu kamu mengenali prinsip-prinsip dasar di balik intuisi yang tidak jelas. Dengan memaparkan ide-ide kamu pada kritik hipotetis, kamu bisa melihat mekanisme nyata yang digunakan.

20. Cara Berpikir Akuntan: Lihat Rasio

Akuntansi adalah pekerjaan yang mengawasi arus finansial, memeriksa dan memastikan agar arus pertukaran uang berjalan lancar.

Ada sejumlah alat berpikir yang berguna dari bidang akuntansi yang memungkinkan diagnosis masalah yang lebih sempurna. Salah satunya adalah gagasan analisis rasio.

Rasio adalah pecahan dengan pembilang dan penyebut dari dua pengukuran berbeda di dalam bisnis. Rasio leverage, misalnya, adalah hutang perusahaan terhadap ekuitas yang dimasukkan oleh pemilik.

Sedangkan rasio harga-pendapatan menunjukkan seberapa mahal stok berdasarkan pada keuntungannya.

Mengatur data, melacak detail, dan melihat pola di bawah permukaan adalah alat-alat akuntansi yang dapat kamu manfaatkan di luar spreadsheet.

21. Cara Berpikir Politisi: Apa yang Akan Dipercayai Orang?

Perbedaan utama antara politik dan bisnis adalah bahwa meskipun keduanya ditujukan untuk mencapai suatu tujuan, politik lebih tergantung pada kesan pemilih.

Bisnis bisa saja bekerja, sedangkan politisi mungkin melakukan pekerjaan dengan baik, dan masih bisa dikeluarkan karena PR buruk.

Oleh karena itu, alat berpikir yang dimiliki oleh politisi adalah tentang menghitung tidak hanya efek dari beberapa tindakan, tetapi juga pada bagaimana tindakan itu akan dirasakan baik oleh populasi pemilih maupun sekutu.

22. Cara Berpikir Novelis: Apakah Cerita Saya Masuk Akal?

Banyak orang melihat cerita sebagai perwujudan linguistik dari sesuatu yang pernah terjadi. Novelis mengerti bahwa apa yang sebenarnya terjadi di dunia nyata seringkali bukan cerita yang bagus.

Cerita memiliki karakter dengan sifat tetap yang membuat tindakannya dapat diprediksi. Dalam kehidupan nyata, orang lebih dipengaruhi oleh konteks. Cerita memiliki awal, pertengahan, dan akhir. Realitas adalah aliran peristiwa yang terus-menerus tanpa busur.

Sayangnya, orang-orang memahami cerita jauh lebih baik daripada realita di dunia nyata. Seringkali kamu perlu mengemas cerita yang ingin kamu sampaikan kepada orang-orang sehingga mudah untuk mereka menginterpretasikannya.

Siapa yang terlibat? Kapan hal-hal itu terjadi? Berikan informasi lanjutan agar lebih mudah diikuti oleh pembaca.

Meskipun ini berlaku untuk menulis novel atau membuat film, bercerita adalah bagian dari kehidupan setiap orang.

Dari “Mengapa kamu ingin bekerja di bidang ini?” ke, “Di mana kamu melihat diri kamu dalam lima tahun?” Ini semua adalah cerita dan kamu perlu memahami strukturnya.

23. Cara Berpikir Aktor: Cara Terbaik untuk Berpura-Pura adalah Menjadi Nyata

cara berpikir

Teknik ini mendorong pelaku untuk benar-benar merasakan emosi karakter yang mereka perankan dan bukan hanya berpura-pura. Ini mungkin menimbulkan sebuah pertanyaan: bagaimana kamu bisa merasakan sesuatu yang kamu tahu palsu?

Namun, kamu bisa memanfaatkan kekuatan imajinasi untuk menyulap situasi serta menciptakan empati. Ketakutan, kebahagiaan, kepercayaan diri, dan hasrat semuanya terlihat lebih baik ketika kamu benar-benar mengalaminya.

24. Cara Berpikir Tukang Ledeng: Bongkar dan Lihat Apa yang Rusak

Banyak tipe akademis dan intelektual tidak akan pernah mempertimbangkan untuk berkarir di bidang pipa ledeng, pertukangan kayu, atau pekerjaan listrik.

Namun, profesi itu sering kali mengalahkan mereka yang memiliki gelar sarjana, dan untuk alasan tertentu mereka membutuhkan keterampilan ekstra.

Seperti pertukangan pada umumnya, profesi ini akan membuat tangan kamu kotor ketika mencoba memisahkan sesuatu untuk melihat apa yang rusak.

Untuk melakukan ini, kamu memerlukan model yang dipakai pada sistem pipa. Jika tidak, kamu mungkin akan mendapati air yang tumpah di mana-mana.

Berapa banyak dari kita yang menghindari memahami sesuatu karena kita takut membuat tangan kita kotor? Beranilah mengambil risiko, jika pada akhirnya itu akan membuat kita lebih mengerti tentang suatu hal.

25. Cara Berpikir Hacker: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar?

Hacking adalah salah satu keterampilan yang paling sering disalahpahami. Acara televisi menggambarkannya sebagai semacam keajaiban komputer.

Namun, dalam praktiknya, peretasan sebagian besar adalah tentang memahami bahwa seringkali ada lapisan instruksi yang lebih rumit di bawah lapisan yang lebih sederhana.

Alat berpikir ini berfungsi untuk komputer, tetapi juga bidang kehidupan lainnya. Karena semua yang kamu lihat pada dasarnya merupakan penyederhanaan dari realitas yang ada. Yang dapat berarti bahwa sistem yang mendasarinya mungkin rusak dengan cara yang tidak terpikirkan.

Final Thoughts

Kamu mungkin akan mengalami kesulitan mengenali masing-masing cara berpikir dan kapan serta di mana cara tersebut dapat diimplementasikan.

Namun, jika kamu bisa mengenali pola dalam suatu masalah, kamu bisa mulai melihat bagaimana kamu bisa menerapkannya di kasus lain.

Sebagian besar alat berpikir yang telah disebutkan di atas tidak akan berfungsi dengan baik di tempat yang jauh dari area kerja utama mereka.

Perlu diperhatikan bahwa seringkali kita terjebak dengan menggunakan alat berpikir favorit kita pada setiap masalah sehingga kita lupa mempertimbangkan alat lain yang mungkin bisa diterapkan dengan lebih efisien.

Hanya Dengan 12.000/bln, Website Kamu Bisa 5x Lebih Cepat!!

Mau Dong!

+ +