Bagaimana cara mempercepat loading website? Google menginformasikan jika kecepatan sebuah website menjadi salah satu faktor yang menentukan rank sebuah website. Maka dari itu kecepatan website sangat penting agar website bisa lebih mudah bersaing di hasil pencarian google.

Selain menjadi salah satu faktor SEO, Kecepatan website mempengaruhi tingkat konversi. Semakin cepat sebuah website maka semakin tinggi pula persentase konversi. Untuk itulah kamu harus mulai optimasi kecepatan website untuk SEO dan meningkatkan konversi.

Kecepatan website dan konversi
Kecepatan website dan konversi

Kamu bisa melakukan cek kecepatan website dengan memanfaatkan tools seperti Google Pagespeed Insight, GtMetrix, Pingdom, Dan Tools test kecepatan website lainnya untuk melihat perubahan saat kamu mengoptimasi website.

Nah, Di Artikel ini kamu akan banyak belajar bagaimana optimasi website agar website bisa lebih cepat hingga 50%. Berikut ini adalah 6 langkah mudah cara mempercepat loading website, Simak pembahasannya di bawah ini:

1. Gunakan Web Hosting yang Cepat

Faktor yang sangat mempengaruhi kecepatan website adalah web hosting yang digunakan, Percuma jika kamu melakukan optimasi pada kecepatan dengan sebaik mungkin, Namun dari web hosting yang kamu gunakan memiliki performa yang kurang maksimal.

Maka dari itu, Kamu harus mulai menggunakan Web Hosting dengan performa yang sebaik mungkin. Pastikan saat kamu membeli web hosting kamu memilih hosting yang menggunakan SSD, Karena SSD membuat website bisa lebih cepat.

Tak perlu khawatir memilih Web Hosting, Kamu bisa menggunakan Cloud Hosting dari Jagoan Hosting. Cloud Hosting dari Jagoan Hosting memiliki performa yang sangat baik, Dengan infrastruktur terbaik dan menggunakan penyimpanan SSD, Membuat page load time website kamu  bisa lebih cepat.

2. Optimasi File Static Website

1. Pastikan CSS di head dan JS di bawah

Untuk mempercepat loading website pastikan stylesheet berada di <head>bagian struktur website kamu, Sedangkan semua script dipindahkan ke tepat di atas </body> atau tag penutup struktur website kamu.

Secara umum, Stylesheet berukuran lebih kecil dari script, Dengan begitu browser akan merender bagian <head> Sehingga memuat stylesheet terlebih dahulu sebelum script, Dan kebanyakan script digunakan setelah konten halaman dimuat, jadi script bisa dapat ditempatkan di bagian bawah.

Untuk saat ini, Struktur website pada theme wordpress yang kamu gunakan sudah teroptimasi dalam hal ini. Para web developer paham bagaimana mengoptimasi sebuah halaman website, Sehingga kamu tak perlu khawatir dalam hal ini.

2. Gunakan asynchronous loading

Asynchronous loading adalah ketika browser merender dan meminta resource secara berurutan saat muncul di laman web. Namun, Kamu bisa mengubah fungsi default ini dari browser dengan menggunakan atribut “async” untuk memuat resource segera setelah mereka tersedia. Biasanya atribut ini ditulis sebagai berikut;

<script src=”script.js” async></script>

Jika kamu pernah melihat script Google Adsense kamu mungkin pernah melihat bagian seperti diatas. Nah itulah yang disebut dengan Asynchronous Loading.

3. Gunakan Gzip Compression

Gzip Compression adalah teknik untuk memampatkan resource melalui permintaan HTTP. Dengan GZip Compression, server mengirimkan file sumber daya yang di-zip, yang dibuka oleh browser saat merender halaman web.

Waktu dan resource yang diperlukan untuk mengkompres dan mendekompres suatu sumber daya tidak sebanding dengan waktu dan bandwidth yang disimpan dalam mentransfer file yang lebih kecil dari server ke klien. 

4. Minimize File

Minimize File adalah proses menghapus bagian-bagian file yang tidak diperlukan untuk melakukan eksekusi. Misalnya, Minify HTML, CSS dan Script di dalam struktur web page. Minifikasi sangat membantu mengurangi ukuran file statis kamu, Sehingga dapat mempercepat loading website.

Kamu bisa melakukan Minify file dengan bantuan plugin WordPress seperti WP Rocket, atau plugin minify file lainnya. Biasanya Minify File menjadi salah satu fitur pada plugin caching. Kamu juga bisa menggunakan layanan minify file

3. Optimalkan Penggunaan Gambar

1. Pastikan Ukuran Gambar Tepat

Agar website kamu bisa lebih cepat, Kamu harus memastikan bahwa ukuran gambar kamu sesuai. Jangan sampai gambar yang kamu gunakan memiliki resolusi yang lebih besar dibanding yang kamu butuhkan.

Misalnya kamu hanya membutuhkan gambar dengan ukuran 640 x 420 namun kamu menggunakan gambar dengan ukuran 1920 x 1280. Hal tersebut tentunya berlebihan sehingga load website semakin berkurang.

2. Gunakan Jenis Gambar yang Tepat

Gambar memiliki beberapa ekstensi yang paling populer adalah JPG dan PNG, Dari kedua jenis ini mana yang lebih baik?

  • Gambar JPG dikhususkan untuk foto atau gambar yang kompleks dengan banyak informasi warna di dalamnya
  • Gambar PNG sempurna untuk grafik yang memiliki sedikit informasi warna

3. Compress Gambar Terlebih dahulu

Agar website bisa lebih ringan dan dapat mempercepat load website, Sebaiknya sebelum diupload ke website bisa di compress terlebih dahulu agar ukurannya bisa lebih kecil. Kamu bisa menggunakan tools untuk mengkompres gambar.

Optimasi Kecepatan Website
Optimasi Kecepatan Website

Kamu bisa menggunakan TinyPNG untuk mengkompress gambar secara gratis, Walaupun gratis website ini memilikikualitas kompress gambar yang maksimal.

4. Gunakan Lazy Load

Lazy Load adalah sebuah fitur atau teknik yang digunakan untuk mengoptimalkan gambar. Dengan menggunakan Lazy Load gambar yang ada di halaman web page tidak akan di load sebelum pengunjung melihat/menggilirnya kebawah. 

4. Optimasi HTTP Request

Ketika sebuah mulai memuat halaman web, Proses transfer data sebenarnya dilakukan melalui HTTP Request individu. Satu request mengambil setiap resource, Jadi semakin banyak request yang terjadi maka semakin lama page load timenya. Untuk mengatasi hal ini, Berikut caranya:

1. Menggabungkan File

Untuk dapat meminimalkan beban HTTP Request yaitu dengan menggabungkan resource yang serupa. Saat memperkecil resource, Kamu dapat menggabungkan file yang sama menjadi satu. Misalnya, semua file CSS dan semua file JavaScript khusus dapat digabungkan menjadi file tunggal. Ini mengurangi jumlah permintaan yang harus dilakukan klien untuk memuat semua resource.

2. Aktifkan fungsi Keep-Alive

Tanpa melakukan optimasi apa pun, Browser akan mengirimkan satu HTTP Request untuk setiap resource dan Koneksi akan ditutup setelah unduhan selesai. Browser kemudian membuat permintaan baru ke server untuk resource baru. 

Keep-Alive adalah teknik yang tidak menghentikan permintaan saat unduhan sumber daya selesai. Kamu dapat mengaktifkannya keep-alive melalui beberapa cara-cara berikut:

  • Pada header HTTP, Dengan mengatur Connection ke Keep-Alive
  • Melalui .htaccess atau file httpd.conf jika kamu menggunakan web server Apache
  • Jika kamu menggunakan NGINX, secara default pengaturan keep-alive

3. Minimize Redirect

Redirect adalah sebuah proses secara otomatis membawa klien dari satu lokasi ke lokasi resource lainnya. Biasanya terjadi pada file, font atau yang lainnya. Setiap redirect meningkatkan waktu loading website.

Maka dari itu lakukan minimize redirect kecuali kamu benar-benar memerlukan terjadinya redirect untuk mengambil resource.

5. Gunakan Caching dan CDN untuk Mempercepat Loading Website

Caching dan CDN membantu kamu dalam mempercepat loading website. Caching adalah proses menyimpan resource dalam penyimpanan sementara untuk mengambilnya dengan cepat saat diperlukan. Caching sangat berguna untuk mengurangi waktu loading website.

Sedangkan CDN adalah kumpulan server web yang menyebarkan konten web ke sejumlah wilayah geografis yang luas. Dengan CDN maka client yang meminta resource akan dilayani server yang paling dekat, Hal ini membantu kamu dalam mengurangi latency pada saat transfer file.

Untuk mengaktifkan caching, kamu bisa memanfaatkan plugin caching untuk wordpress. Saya menyarankan menggunakan plugin WP Rocket, Karena plugin ini memiliki banyak fitur yang sangat membantu dalam mempercepat loading website seperti minify file, caching, lazy load, CDN, dll. Sedangkan dalam menggunakan CDN kamu bisa menggunakan CDN gratis Cloudflare.

Itulah beberapa cara mempercepat loading website, Tak perlu khawatir website lelet lagi setelah mengikuti panduan dan langkap dalam optimasi kecepatan website.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like